Friday, 10 February 2017

Kulineran : Nasi Goreng Kambing (NGK) Supomo, Pancoran

For me, this is the best NGK in town. Dulu, warung ini buka di dekat NGK Karet Pedurenan. Tapi karena pembagian daerah jualan, jadi.. dia pindah ke Supomo. Lokasinya di seberang gereja dan V hotel Pancoran.. sederetan sama warteg dan bengkel. Warung ini buka hanya di malam hari. Tempatnya sih kecil, tapi pengunjungnya banyak. Buatku, rasa NGK di sini lebih enak daripada yang ada di Kebon Sirih dan Karet Pedurenan (menurut seleraku ya.. setiap orang kan bisa beda-beda).

Satu porsi NGK dikenakan harga Rp. 30.000 dan satu porsi sate kambing dikenakan harga Rp. 36.000 (isi 10 tusuk). Buat ukuran warung kecil, harganya terkesan mahal ya. Padahal, harga tersebut sebenarnya wajar.. karena dagingnya banyak dan besar. Selain olahan kambing, warung ini juga menjual nasi goreng ayam. Rasanya mirip dengan NGK tapi isinya ayam. Kalau aku, tetap lebih suka NGK nya.

Pesan sate kambingnya bisa setengah porsi, isinya 5 tusuk dengan harga Rp. 18.000. Bumbu bisa pilih mau bumbu kacang atau bumbu kecap.

Menjalani Commuter Marriage (Long Distance Marriage)

Aku dan suamiku sejak masa pacaran sudah menjalani long distance relationship. Awal pacaran, tahun 2007, aku berdomisili di Jakarta dan dia di Bandung. Waktu itu kami sama-sama masih kuliah. Walau jaraknya ngga jauh, tapi kami termasuk jarang ketemu karena dia jarang balik ke Jakarta dan aku pun ngga mau kalau harus jauh-jauh ke Bandung buat nyamperin laki-laki (yes, I'm a bit conservative about this). Jadi biasanya ketemu itu kalau lagi libur semesteran aja, atau kalau aku dan keluargaku lagi liburan ke Bandung. 4-6 bulan sekali lah ya kira-kira. Sampai akhirnya tahun 2011 suamiku lulus kuliah, dia langsung kerja di Sumatera.. sampai sekarang. Jadi, kalau diitung-itung.. kira-kira sudah 10 tahun aku menjalani long distance relationship, kalau sekarang jadinya commuter marriage ya.

7 tahun menjalani pacaran long distance, tentu ada masa-masa susah dan mudahnya. Pas dulu masih pacaran, aku pernah tuh diselingkuhin.. nyelingkuhin juga aku pernah.. hahahaha. Walaupun selingkuhnya ngga sampai pacaran sama orang lain sih, cuma deket-deket aja. Mengalami masa cuek-cuekan juga pernah.. satu minggu bisa ngga ada kabar sama sekali karena sibuk masing-masing. Pernah juga waktu itu sebulan ngga saling telepon, cuma sms aja sekali sehari buat ngabarin udah sampai kosan mau istirahat. Putus nyambung? tiga kali kayaknya.. apa empat? Haha.

Sekarang, udah 3 tahun aku menjalani commuter marriage. Banyak perbedaan komunikasi, perasaan, dan pengalaman yang aku rasain dari masa pacaran dulu. Setelah menikah, karena komitmennya lebih besar, commuter marriage justru bukan jadi pemicu masalah tapi pemicu kesadaran berkomunikasi dan menjaga keromantisan. Justru, karena kami tahu kalau kami ada di hubungan pernikahan yang beda dari umumnya, jadi, kami lebih memprioritaskan hubungan dan komunikasi kami. Kalau waktu pacaran ngomong putus dan cuek-cuekan gampang.. setelah menikah, ngga bisa begitu lagi. Karena, targetnya untuk sama-sama terus seumur hidup, insya Allah. Jadi, kami sadar kalau apa-apa harus segera dikomunikasikan.
Susah kalau disuruh foto dengan proper.

Wednesday, 8 February 2017

About Time

Tentang waktu. Waktu itu menarik ya.

Dan karena waktu juga, aku belajar kalau semua orang bisa berubah.

Teman yang dulu dianggap jahat, sekarang bisa berubah jadi baik.
Keluarga yang dulu dianggap munafik, sekarang bisa berubah jadi apa adanya.
Kerabat yang dulu dianggap sombong, sekarang bisa berubah jadi ramah dan perhatian.
Sahabat yang dulu jujur, sekarang bisa berubah jadi pembohong. Dan.. di masa depan, bisa aja berubah lagi jadi orang yang jujur.

Aku ngga pernah tau bagaimana orang akan berubah seiring berjalannya waktu. Dan karena hal itu, aku pikir, kurang bijaksana kalau kita melabel orang lain. Dengan melabel orang lain, kita menghilangkan kepercayaan bahwa manusia bisa berkembang dan belajar. Kita lupa dengan personal growth.

Look at the sky today, it's pretty right?

Kulineran : Born Ga Express

Aku adalah pencinta serial drama Korea tapi bukan penggemar kuliner Korea. Selama ini, aku hanya suka sama jajanan Korea seperti teoppokki atau odeng. Nah, beberapa hari yang lalu, pas lagi ke Lotte Shopping Avenue buat nemenin kakak aku beli celana (celana dia kekecilan semua, haha), kami sempat mampir ke area Food Avenue buat makan malam. Setelah muter-muter, tadinya udah mau menyerah karena semuanya penuh, tapi ternyata, nemu restoran lucu di pojokan bernama Born Ga Express yang masih ada tempat duduk di dalamnya.

Sebelum masuk, kami lihat-lihat menu yang dipajang di luar restoran, ternyata, ini restoran Korea. Tadinya, kami ragu-ragu.. karena kimchi aja kami ngga terlalu suka. Dari beberapa restoran Korea yang pernah kami cobain di Lotte, yang kami suka hanya School Food, itupun karena teoppokkinya.. bukan karena makanan besarnya. Mau makan di restoran Korea yang mahal atau ekonomis, biasanya kami tetap ngga puas. Lebih milih nasi padang (lidah Indonesia banget).

Walau ragu-ragu, tapi kami suka sama restorannya yang terang. Lalu di dindingnya juga ada foto chef terkenal Korea yang pernah aku lihat di variety show. Terlebih, di sana juga ada tulisan kalau makanan yang dijual adalah casual dining yang rasanya persis seperti di Korea. Jadi penasaran deh, siapa tau rasanya lebih enak dari restoran yang lain.

Suasana restorannya. Buat pesan makanan, perlu antri di depan pintu masuk sambil bawa baki (mirip-mirip di Cooking Panda, Hokben, dan Marugame) dan langsung pilih makanan yang ada di displaynya..

Saturday, 4 February 2017

Kulineran : Cheapest Fish and Chips di Fish Streat Tebet

Beberapa hari yang lalu, aku sempat liat temanku post foto fish and chips di Instagramnya. Pas lihat foto itu, awalnya aku mikir.. kenapa bentuk fish and chipsnya mirip sama F*sh and C*. tapi kok piringnya beda ya? Setelah bertanya-tanya, akhirnya aku tanya deh ke temanku itu dia makan di mana.. ternyata, dia makan di Fish Streat. Kebetulan, restoran ini udah sering banget aku dengar karena banyak teman-teman yang merekomendasikan untuk cobain makan fish and chips murah di sana. Sayangnya, dulu aku selalu berhalangan kalau mau ke sana, karena tempatnya jauuh, di Bintaro dan Pondok Indah. Untungnyaa.. baru-baru ini ternyata Fish Streat udah buka cabang di daerah Tebet, jadi ngga jauh dari Apartemenku. Yeeay, karena penasaran, akhirnya, aku memutuskan untuk langsung datang dan cobain sendiri rasa makanan di sana.

Aku datang di hari Rabu jam 11 siang sama adikku, kebetulan di hari itu kerjaanku hanya tinggal kerjaan yang bisa dikerjain di rumah aja, jadi aku bisa datang sebelum lunch time. Lokasinya ada di seberang bakmi Berdikari, lihat aja rumah putih yang ada logo Fish Streat dan banyak kanopi warna oranye di depan rumahnya. Karena aku datang pas weekdays sebelum lunch time, jadi lokasinya masih sepii banget. Hanya ada satu pengunjung lain dan beberapa bapak gojek. 
Lokasi di seberang Bakmi Berdikari, rumah putih berpagar oranye.

Tuesday, 31 January 2017

Kulineran : Bakmi 8 Kursin Jatiwaringin

Beberapa hari ini aku lagi kepingin banget makan mie yamin, kebetulan, kemarin aku berkunjung ke daerah rumah temanku, namanya daerah Jatiwaringin. Nah, dulu, waktu masih tinggal di daerah sana, aku sempat liat ada restoran mie ayam yang selalu ramai di dekat As-Syafi'iah. Aku pikir, itu ramai karena dekat Univeritas. Ternyata, tempat makan itu cukup terkenal buat penikmat masakan pedas. Aku juga baru tahu setelah sekarang udah ngga tinggal di daerah sana lagi, hehehehe. Telat ya.

Bakmi 8 Kursin ini memiliki 2 outlet, yang letaknya seberang-seberangan. Untuk outlet pertama, dikasih nama Part 1 dan outlet yang baru namanya Part 2. Kemarin, aku memilih makan di outlet kedua karena ruangannya lebih luas. Selain itu, outlet kedua juga ada ruangan berAC, jadi bisa terpisah dari area makan perokok. Walau begitu, tempat parkir mobil di kedua outlet terbilang sempit. Kira-kira hanya muat 2 mobil saja, tapi bisa juga parkir di pinggiran jalan.

Meet my friend :D

Wednesday, 25 January 2017

Jalan-Jalan : Bogor dalam Satu Hari

Seperti yang aku ceritakan sebelumnya, beberapa waktu yang lalu, aku sempat tamasya ke Bogor dengan keluargaku. Selama di Bogor, kami sempat mampir ke beberapa tempat wisata yang cukup menarik dan ekonomis. Pengalaman jalan-jalan kemarin terbilang cukup menyenangkan, khususnya karena kami ke Bogor di saat weekdays, jadi ngga terlalu ramai. 

Sampai di Bogor, kami belum bisa langsung check in karena masih terlalu pagi, kira-kira sekitar jam 10 pagi. Jadi, kami memutuskan untuk mampir sejenak ke SKI Tajur. Sepertinya udah lama banget aku ngga main-main ke SKI Tajur. Dulu waktu masih kecil, sempat ada masa-masa dimana keluarga besarku sering jalan-jalan ke Bogor dan mampir ke sana. Pernah juga ada masa-masa dimana ibuku kalau jalan-jalan ke Bogor sama teman arisannya, pasti mampir ke sana. Seingatku, dulu tempat ini cukup trendi. Hehe. Walau begitu, kenangan tentang tempat ini ngga begitu fun karena seingatku di sana hanya ada toko tas aja, buat anak-anak dan remaja mungkin kurang menarik. Tapi, pas kemarin ke sana lagi, ternyata tempatnya udah banyak perubahan (namanya juga udah 15 tahun berlalu). Sekarang di SKI Tajur ini jadi banyak permainan. Selain toko tas, ada juga toko-toko yang menjual oleh-oleh khas Bogor, toko handicraft, dan toko sepatu. Ini beberapa foto tempat bermain dan aktivitasnya:

Playground area, gratis.

Kulineran : Lemongrass Resto Bogor

Beberapa waktu yang lalu, aku sempat mampir ke Lemongrass Resto yang terletak di daerah Bogor. Aku datang ke sana di hari Rabu untuk makan siang, kondisinya waktu itu cukup ramai tapi ngga sampai antri. Sepertinya banyak orang kantoran yang makan siang di sana kalau weekdays. Menurutku, restoran ini punya desain bangunan dan interior yang menarik, jadi enak buat lama-lama di sana. Ini dia tampilannya:
View from the front.

Monday, 23 January 2017

Jalan-Jalan : Staycation at Novotel Bogor Golf Resort & Convention Center

Sebenarnya, jalan-jalan ini mendadak, ngga direncanain. Karena adik aku lagi libur semester sampai bulan Februari, ibuku berencana mau ngajak dia jalan-jalan. Beberapa hari yang lalu, ibuku udah sempat bilang kalau doi pingin jalan-jalan ke Bogor, tapi malas nyupir dan adik aku juga malas nyupirin. Biasanya kalau begini sih, mereka ngga jadi jalan-jalan. Paling akhirnya cuma ngomong-ngomong aja, lalu jadi wacana dan berakhir tetap di rumah kalau ngga ada yang bergerak (keluarga rumahan). 

Sampai akhirnya, tanggal 16 Januari, aku datang ke Cibubur buat ngecek perkembangan perbaikan rumah.. abis dari rumah, sekalian aja aku mampir ke rumah ibu aku. As usual, ibuku minta diliatin review hotel lewat Traveloka (ngga ngerti caranya kalau nyari sendiri), maksudnya buat cari-cari atau mikir-mikir dulu mau nginep di mana (biasanya sih kalau kayak gini cuma nyari-nyari aja dan akhirnya males pergi). Tapi ternyata, sambil nyari-nyari review, aku menemukan info kalau Traveloka lagi ada promo diskon untuk booking di tanggal 16-18 Januari. Yaudah deh, akhirnya ibuku jadi langsung booking. Kebetulan adik aku lagi ada di rumah (biasanya main sama temen-temennya), jadi langsung aja ditekcup supaya ikut ke Bogor.
Hi there :)

Tuesday, 17 January 2017

Jalan-Jalan : Gunung Pancar dan Ah Poong

Sebenarnya cerita liburan ini udah mau aku tulis dari tahun lalu, tapi males banget masukkin foto-foto ke PC. Akhirnya aku anggurin dan lupa deh mau cerita tentang jalan-jalan singkat ini, hehehehe. Berhubung tahun ini mau lebih rajin nulis blog, jadi sekalian aja aku selesaiin rencana nulis cerita ini :D

Jadi, aku pergi ke Gunung Pancar bareng sama ibu, adik, dan sepupuku. Kebetulan, sepupuku lagi nginep di rumah ibuku, jadi aku ikutan nginep di sana. Perjalanan kami ke Gunung Pancar ini kira-kira berlangsung di sekitar pertengahan tahun 2015, jadi udah lama.. semoga aja belum basi, hehe. Perjalanan ke Gunung Pancar dari Cibubur itu kira-kira sekitar 1 jam, lokasinya dekat sama Jungleland, kalau naik mobil, masuknya dari kawasan perumahan Sentul yang ada Ah Poongnya, aku lupa namanya apa. Tapi kurang lebih begitu (ngga gitu ngerti karena pas perjalanan aku tidur :p).

Sampai di lokasi, kita harus bayar biaya masuk sebesar Rp. 5000 per orang dan Rp 10.000 untuk mobil. Jadi waktu itu total yang kami bayar sekitar Rp. 30.000. Buat parkir, karena pas kami datang lagi sepi jadi ngga dikenain lagi biaya parkir, Alhamdulillah. Setelah parkir, karena aku dan keluargaku sukaaaa banget makan, yang pertama kali langsung kami cari adalah jajanan. Hahahaha. Di sana ada beberapa warung yang menjual gorengan, pop mie, ketan dan es kelapa. Harganya pun murah meriah. Kemarin, aku beli tempe mendoan satunya Rp. 500 dan es kelapa Rp. 10.000. Rasanya menyenangkan dan santai banget, sambil ngemil, ngobrol dan bercanda sama keluarga, plus ditemani dengan pemandangan pohon pinus.
Tempat jajan.

Thursday, 12 January 2017

Tips Packing for Umrah

Hi there, atas permintaan teman-teman dan dengan maksud memberikan informasi yang sekiranya bisa membantu, jadi, aku mau tulis tentang barang-barang apa saja yang biasanya aku bawa untuk umrah. Semuanya murni pengalaman pribadi, kalau ada yang kurang atau kelebihan barang bawaannya.. silahkan disesuaikan ya. 

Pengalamanku pergi umrah berlangsung selama 9 hari, terbagi jadi 2 hari perjalanan dan 7 hari di tanah haram (Makkah dan Madinah). Nah, selama 9 hari tersebut.. biasanya, ini barang-barang yang aku bawa:

1. Gamis
Selama umrah, aku setiap hari selalu pakai gamis. Biasanya, aku pakai 1 gamis untuk 1 harian. Banyak teman-teman umrahku yang bisa lebih hemat.. 1 gamis dipakai untuk 2 hari. Hehe. Karena emang di sana sebenarnya ngga terlalu keringetan. Apalagi, kemana-mana pakai mukena.. jadi gamisnya ketutupan mukena. Keluarnya juga hanya saat jeda-jeda sholat aja. Kalau yang kebanyakan di masjid, justru semakin jarang jalan-jalan keluar. Tapi, kalau buatku pribadi, aku lebih prefer untuk ganti baju setiap harinya, supaya bersih rasanya pas ibadah. Jadi, buat umrah 9 hari.. biasanya aku bawa 8 gamis di koper (ini sudah termasuk 1 biji untuk baju ihram ya) dan 1 gamis yang aku pakai pas berangkat dari Jakarta. Oiya, aku juga ngga pernah bawa gamis yang tebal-tebal. Biasanya, aku ngga bawa gamis yang model rimple-rimple atau rok mekar-mekar karena jadi gembung kalau dilipat. Aku lebih senang bawa gamis yang ngga nerawang tapi pas dilipat dia tipis.

Contoh gamis yang aku maksud, yang bisa dilipat jadi tipis begini.. bukan yang menggembung supaya hemat tempat.

Tuesday, 10 January 2017

Reminder

Jadi, tulisan ini akan berisi loncatan-loncatan pikiran yang muncul abis ada insiden salah beli pulsa. Gimana ceritanya? Jadi begini, aku merasa.. setiap kali aku punya niat jahat atau melakukan perilaku yang ngga baik, pasti adaaaaa aja kejadian aneh yang menimpaku. Sampai-sampai aku mikir, apa ini artinya aku diingetin ya sama Allah?

Kayak waktu SMA. Dulu, di busway itu kan ada peraturan ngga boleh makan sama minum. Tapi, aku suka curi-curi makan dan minum. Hahahaha. Sampai akhirnya, aku makan cabai rawit (pakai gorengan) yang ternyata pedas banget dan bikin perut mules saat itu juga. Alhasil, aku buang angin di busway :D hahahahaha. Bunyi lagi, ngga kenceng sih.. tapi kayak bunyi tiiiiiit tiiit dan bercampur dengan suara angin berhembus. Begitulah. Bikin malu. Abis itu aku jadi mikir, apa karena aku suka curi-curi supaya ngga ketauan makan ya.. mungkin aja kan itu membuat orang-orang di sebelahku keganggu karena nyium bau makanan atau remah-remah makanan mungkin juga bikin kotor bisnya. Awalnya, aku sempat kepikiran.. kenapa kok kalau aku  ketauan ya? Why me? padahal, ibu-ibu juga suka ada yang naik busway sambil makan dan minum. Tapi akhirnya aku pikir, aku emang salah sih karena tipu-tipu peraturan dan mungkin nyusahin orang lain.

Cerita lain, pas kuliah, sambil jalan.. aku suka membatin dalam hati, ngomentarin orang. Setiap aku membantin yang jahat-jahat kayak 'aneh banget sih' atau hal-hal negatif lainnya, biasanya, aku langsung kesandung atau keserimpet kaki sendiri. Padahal, kalau dari cerita temen-temenku, mereka juga suka begitu, membantin dalam hati.. tapi ngga sampe kesandung. Astaghfirullah.

Terus baru-baru ini. Jadi, aku punya akun instagram anonim gitu.. namanya bukan nama aku. Aku bikin akun itu buaaaat.. buat apa coba tebak? buat ngefollow Lambe Turah sama akun-akunnya selebgram :p Setiap ada yang aneh, pasti aku langsung ngechat teman atau sepupuku buat ngomongin mereka. Sampah banget kan, buat sumber ngomongin orang. Abis itu, ternyataaa aku mengkonfirmasi email di instagram yang membuat ada notifikasi ke semua teman-temanku kalau aku pemilik akun itu. Ketauan deh aku suka follow akun-akun ngga penting *malu* Kenapa lagi-lagi aku doang yang ketauan? padahal, temen aku juga ada yang punya akun-akun begitu. Haaaah.. yah tapi.. aku emang salah sih, lagian kenapa juga sampe niat banget cuma buat ngomongin artis doang.. Kalau sekarang-sekarang ini aku jadi suka mikir dan menyesal, kenapa ya kemarin-kemarin kok aku bisa begitu, I feel awful :(

Baru-baru ini juga.. aku lagi kesel banget sama pengendara motor sampai akhirnya aku teriak 'kurang ajar' kenceng banget di mobil sambil ngga berhenti ngelakson. Terus ya, ngga lama setelah itu.. aku diserempet aja gitu.. aneh kan?

Apa lagi ya? Oiya, pas kuliah dulu.. aku pernah tuh ngga nepatin janji buat dateng menemui dosen aku. Biasanya, teman-teman lain ngga masalah karena dosennya sibuk dan suka lupa-lupa gitu kalau ada janji sama mahasiswa. Tapi ternyata.. dosenku inget sama janji yang aku buat, daan beliau jadi marah banget sama aku. Sampai aku jadi stres sendiri, huhu. Emang salah banget sih kalau yang ini. I broke my own value to be responsible :(

Begitu pula setelah menikah.. tambah lagi deh satu hal yang hampir selalu bikin aku dapat pengingat dari Allah, yaitu kalauuuu.. aku ngga nurut sama suami aku. Misalnya, suami aku nyuruh aku ke dokter tapi aku males karena mau ngerjain tugas. Biasanya, kalau begini-begini, sakit yang biasanya bisa aku handle rasanya jadi lebih sakit. Atau, kalau aku pergi ngga ngabarin suami, tiba-tiba suka adaa aja.. entah ban kempes atau keserempet dikit.

Nah, kembali ke kalimat pembuka di atas tentang insiden salah beli pulsa. Ini adalah kejadian terhangat, yang paling baru. Jadi, aku bawel ngomel ngga mau telepon suami karena aku sayang sama pulsa (maunya dia aja yang telepon, hehe.. ngga mau rugi), terus.. dengan bodohnya.. pas mau beli pulsa, aku ngetransfer pulsa ke nomor orang lain, bukan ke nomor aku sendiri. Jadi ilang deh uang buat beli pulsa, Yah begitulah.. gitu deh.. beralasan ngga kalau aku merasa kok ini kayaknya aku bener-bener langsung diingetin ya? Astaghfirullah.

Haaaaaah (menghela nafas).

Yasudah deh, begitu aja. Semogaaaa aja ini tandanya Allah masih sayang sama aku. Masih perhatian, masih mau ngingetin aku supaya lebih baik. Amiin ya rabbal'alamiin. Semoga iya ya, ya Allah. Semoga juga, aku masih aware sama semua peringatan dan bisa lebih baik. Bisa selalu segera istighfar kalau salah-salah.. dan yang terpenting.. semoga aku bisa ngga mengulangi kesalahan yang sama dua kali. Maaf ya Allah, I will try my very very very best to be better. May You lead me to the right way. Amiin.

Regards,
Dina.