Sunday, 23 April 2017

Household Chats #1

Meet my clean freak husband:

D : #ngepel lantai
J : "masih ada bercak bekas pel, harusnya keramik kayak gini pakai kain pel yang kayak kanebo"
D : "ya kan kain pelnya adanya yang ini, masa aku ngepel pakai kanebo mobil" #sebel
J : #ngepel serumah pakai kanebo mobil
D : ...
D : eh, bersih ya.. #nggajadisebel #jadiseneng

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Suami yang suka kebersihan itu baik, tapi suami yang suka bersih-bersih secara mandiri itu rezeki. Alhamdulillah.

Monday, 10 April 2017

Disappointed

I have been working on my house renovation, it's not a big renovation, just a very simple one. Actually, my house developer should be responsible with all of these since I have a warranty. But, they work really slow. The total time spent for this was supposed to be 3 months. And after 5 months, my house is still a mess. At first, they worked fast on my complain, as time goes by.. they start to be problematic. Their work was not satisfying. They managed it carelessly. Hence, I gave them additional complains that has not been done until now. 

The warranty has a time limit (3 months) so I feel really sad that they were not working on my demand on time. I've demanded my rights after that, I asked them to stay responsible despite my warranty is already over, because it was their fault. They were the one that didn't do anything. Their response seems calming, they said they will work on it faster. Nevertheless, it just a bunk.

Tired to complain and wasting our time to visit them, my husband and I decided to work on it alone. Even though we're angry and have to deal with additional expenses, we need to do this faster. According to plan, we want to move into our new house this year. What surprise me is, my neighbors have similar complain as me. Last weekend, I had chat with some of them. They moan about the exact same thing, and for worse.. one of them already waited for 8 months. That's why they encouraged me to work on it alone too.

I frustrated with irresponsible people, they keep giving me excuse after another. Why they can't work independently? Why do they need supervision all the time? You're big enough, you should be mature to know that your work have impact to another. With or without deadline from your clients, you should have your own target that will satisfy your clients.

Even so, I still have to deal with several installation that associated with my house developer. I would be a fussy customer for next few weeks. I wish everything is fine. Finger cross.

Regards,
Dina.

Tuesday, 7 March 2017

Perubahan dan Perkembangan di Blog

Hari ini, aku lagi lihat-lihat postingan blog di masa lalu. Satu persatu, aku baca kembali tulisan yang ada di blog ini. It's kinda fun. 

Dulu, niat pertama buat blog adalah untuk mencatat perkembangan persiapan pernikahan dan jadi bahan bacaan pribadi. Tanpa aku sangka, ternyata banyak sesama calon pengantin yang memberi respon dan menghubungiku untuk bertukar informasi. Waktu itu aku pikir "wah, ternyata ngeblog menyenangkan ya, bisa nambah teman dan informasi". Sejak saat itu, aku mulai sering menghabiskan waktu luang dengan blogwalking untuk mencari informasi.

Kesanku setelah lihat postingan blog dari awal sampai terakhir adalah.. "ternyata, aku berubah ya". Gaya tulisanku banyak yang berubah. Dulu, aku cukup banyak menggunakan bahasa ngga baku seperti 'sempet', 'pake', 'dalem', 'dapet', etc (sekarang masih ada, tapi kuantitasnya mulai berkurang). Dulu, aku juga selalu menulis "hola" sebagai kata pembuka dan "see you on my next post everyone" sebagai kalimat penutup di setiap tulisanku. Dulu, aku ngga terlalu memerhatikan penggunaan italic di bahasa asing. Dulu, aku masih menggunakan kata 'gw' dalam bercerita.

Ternyata, seiring perkembangan diri di dunia nyata, tulisan di blog juga berubah ya. It's kinda fun, to reminiscing about my old self. Ada yang sempat membuatku mikir "kok bisa ya gw nulis tentang ini?", "kok gw ngasih tau sampai sedetail itu sih?" atau "kok gw ngga malu sih nulis kayak gitu?". Tapi, ngga ada yang mau aku hapus dari semua tulisanku itu. Karena, siapa tau, di masa depan nanti.. cucu dan cicitku membaca blog ini. Aku ingin mengenalkan diriku ke mereka. Jadi mereka bisa melihatku dari masa labil, masa mulai ngga labil, dan (mungkin) sampai masa makin stabil di masa depan.

Apa yang sekarang pingin aku ubah? Pertama, aku kepingin bisa masukkin foto yang lebih bagus dari semua foto-foto yang ada di post sebelum ini. Kedua, aku kepingin kasih watermark di setiap fotoku supaya lebih rapih.. atau, menjadikan beberapa foto jadi kolase supaya ngga terlalu banyak fotonya. Tapi ini masih HANYA keinginan lho yaaaa.. sebenarnya masih ada rasa malas dan belum yakin bisa berkomitmen.

Saturday, 4 March 2017

Jalan - Jalan : Wisata Taman di Bandung dan Staycation at Beehive Boutique Hotel

Jalan-jalan kali ini terpicu dari liat postingan bapak Ridwan Kamil di instagram yang memamerkan keindahan kota Bandung. Aku emang suka ngekepoin instagramnya pak RK karena captionnya suka lucu-lucu. Udah sejak tahun lalu, aku dan suami sering berencana jalan-jalan ke Bandung tapi selalu gagal. Rasa-rasanya, ada aja urusan lain yang membuat kami ngga sempat untuk ke Bandung (padahal dekat). Awalnya, rencana jalan-jalan ke Bandung kali ini aku pikir juga akan jadi omongan aja. Ternyata, karena satu kejadian lucu, malah berhasil jalan-jalan mendadak ke Bandung.

Kenapa akhirnya bisa liburan ke Bandung? Jadi ceritanya begini, Kamis siang, kami lagi service mobil di bengkel.. ternyata, durasi pengerjaan mobil kami melewati estimasi waktu yang dikasih abang bengkelnya, kami jadi harus menunggu lebih lama sampai melewati waktu makan siang. Dimasa-masa menunggu itu, aku bener-bener kelaperan. Aku pun sempat bilang kalau aku laper ke suami dan responnya: "aku bawa pisang dong". Ngeliat dia bawa pisang, aku udah sempet seneng tuh.. aku pikir, bisa ngeganjel perut dulu sebelum tambah laper. Sayangnya, ternyata suami aku ngga cukup peka untuk membagi pisangnya sama aku, jadi dia makan sendiri pisang itu sampai habis.

Karena kelaparan, aku jadi ngambek. I think he feels really guilty about that, karena ini udah ke berapa kali gitu aku ngga dibagi makanan sama dia.. dia tau kalau laper merupakan isu sensitif buat aku.. aku pun udah sering komplain kenapa kalau dia makan suka lupa sama aku padahal kalau aku makan pasti dia selalu aku bagi. Berhubung udah sering banget, aku betenya jadi lebih lama. Akhirnya, dia berinisiatif untuk jalan-jalan ke Bandung supaya aku ngga sebel lagi.

Sepulangnya dari bengkel, kira-kira jam 3 sore, aku mulai lihat-lihat hotel di sekitar Bandung. Untungnya, masih banyak hotel yang available, mungkin juga karena aku pesan di saat weekdays. Karena liburannya mendadak, jadi kami belum sempat menyiapkan budget atau menyisihkan tabungan. Oleh sebab itu, kali ini liburannya patungan, aku tanggung jawab diurusan penginapan sedangkan suami tanggung jawab diurusan makan dan jalan-jalan. Nyari-nyari di Traveloka, aku nemu satu hotel yang fotonya bagus dan harganya pas, ngga kemahalan (pelit). Namanya Beehive Boutique Hotel, Bandung. Tanya sama suami, menurut dia lokasinya bagus, di Jalan Dayang Sumbi, dekat dengan Dago dan di belakang ITB. Akhirnya, aku memutuskan untuk menginap selama 2 hari 1 malam dari tanggal 23 sampai 24 Februari 2017. Ini suasana hotelnya:


Friday, 3 March 2017

Jalan - Jalan : Kulineran di Sate Maranggi Cibungur dan Staycation at Kota Bukit Indah Plaza Hotel, Purwakarta

Bulan Februari lalu, tepatnya tanggal 18 - 19 Februari 2017, aku dan keluargaku sempat jalan-jalan singkat ke Purwakarta. Rencana ini sudah disiapkan dari jauh-jauh hari sama papa mertuaku karena keluarga kami jarang ngumpul full team. Berangkat dari Jakarta sekitar pukul sepuluh pagi, jalanan waktu itu masih ramai lancar. Sempat macet sedikit tapi Alhamdulillahnya ngga terlalu lama. Setelah kira-kira 2 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Purwakarta. Kami memutuskan untuk makan siang dulu di Sate Maranggi Hj. Yetty Cibungur sekaligus menunggu waktu check in hotel jam 2 siang nanti.

Selama ini, aku belum pernah makan di Sate Maranggi Cibungur, paling aku cuma dengar-dengar aja dari teman yang suka cerita kalau makanan di sana enak. Tapi suamiku udah sering makan di sana dan kata dia emang enak. Jadi, aku cukup penasaran seperti apa rasa sate maranggi di sana. Sampai di lokasi jam 12 kurang sedikit, restoran ini udah ramai aja. Di depan pintu masuk, ada area bermain anak, musholla, dan toilet. Ngga jauh dari sana, ada toko pakaian dan toko souvenir yang menjual pernak-pernik kerajinan tangan. Area makannya cukup luas, berisi meja-meja dan kursi-kursi panjang.


Friday, 10 February 2017

Kulineran : Nasi Goreng Kambing (NGK) Supomo, Pancoran

For me, this is the best NGK in town. Dulu, warung ini buka di dekat NGK Karet Pedurenan. Tapi karena pembagian daerah jualan, jadi.. dia pindah ke Supomo. Lokasinya di seberang gereja dan V hotel Pancoran.. sederetan sama warteg dan bengkel. Warung ini buka hanya di malam hari. Tempatnya sih kecil, tapi pengunjungnya banyak. Buatku, rasa NGK di sini lebih enak daripada yang ada di Kebon Sirih dan Karet Pedurenan (menurut seleraku ya.. setiap orang kan bisa beda-beda).

Satu porsi NGK dikenakan harga Rp. 30.000 dan satu porsi sate kambing dikenakan harga Rp. 36.000 (isi 10 tusuk). Buat ukuran warung kecil, harganya terkesan mahal ya. Padahal, harga tersebut sebenarnya wajar.. karena dagingnya banyak dan besar. Selain olahan kambing, warung ini juga menjual nasi goreng ayam. Rasanya mirip dengan NGK tapi isinya ayam. Kalau aku, tetap lebih suka NGK nya.

Pesan sate kambingnya bisa setengah porsi, isinya 5 tusuk dengan harga Rp. 18.000. Bumbu bisa pilih mau bumbu kacang atau bumbu kecap.

Menjalani Commuter Marriage (Long Distance Marriage)

Aku dan suamiku sejak masa pacaran sudah menjalani long distance relationship. Awal pacaran, tahun 2007, aku berdomisili di Jakarta dan dia di Bandung. Waktu itu kami sama-sama masih kuliah. Walau jaraknya ngga jauh, tapi kami termasuk jarang ketemu karena dia jarang balik ke Jakarta dan aku pun ngga mau kalau harus jauh-jauh ke Bandung buat nyamperin laki-laki (yes, I'm a bit conservative about this). Jadi biasanya ketemu itu kalau lagi libur semesteran aja, atau kalau aku dan keluargaku lagi liburan ke Bandung. 4-6 bulan sekali lah ya kira-kira. Sampai akhirnya tahun 2011 suamiku lulus kuliah, dia langsung kerja di Sumatera.. sampai sekarang. Jadi, kalau diitung-itung.. kira-kira sudah 10 tahun aku menjalani long distance relationship, kalau sekarang jadinya commuter marriage ya.

7 tahun menjalani pacaran long distance, tentu ada masa-masa susah dan mudahnya. Pas dulu masih pacaran, aku pernah tuh diselingkuhin.. nyelingkuhin juga aku pernah.. hahahaha. Walaupun selingkuhnya ngga sampai pacaran sama orang lain sih, cuma deket-deket aja. Mengalami masa cuek-cuekan juga pernah.. satu minggu bisa ngga ada kabar sama sekali karena sibuk masing-masing. Pernah juga waktu itu sebulan ngga saling telepon, cuma sms aja sekali sehari buat ngabarin udah sampai kosan mau istirahat. Putus nyambung? tiga kali kayaknya.. apa empat? Haha.

Sekarang, udah 3 tahun aku menjalani commuter marriage. Banyak perbedaan komunikasi, perasaan, dan pengalaman yang aku rasain dari masa pacaran dulu. Setelah menikah, karena komitmennya lebih besar, commuter marriage justru bukan jadi pemicu masalah tapi pemicu kesadaran berkomunikasi dan menjaga keromantisan. Justru, karena kami tahu kalau kami ada di hubungan pernikahan yang beda dari umumnya, jadi, kami lebih memprioritaskan hubungan dan komunikasi kami. Kalau waktu pacaran ngomong putus dan cuek-cuekan gampang.. setelah menikah, ngga bisa begitu lagi. Karena, targetnya untuk sama-sama terus seumur hidup, insya Allah. Jadi, kami sadar kalau apa-apa harus segera dikomunikasikan.
Susah kalau disuruh foto dengan proper.

Wednesday, 8 February 2017

About Time

Tentang waktu. Waktu itu menarik ya.

Dan karena waktu juga, aku belajar kalau semua orang bisa berubah.

Teman yang dulu dianggap jahat, sekarang bisa berubah jadi baik.
Keluarga yang dulu dianggap munafik, sekarang bisa berubah jadi apa adanya.
Kerabat yang dulu dianggap sombong, sekarang bisa berubah jadi ramah dan perhatian.
Sahabat yang dulu jujur, sekarang bisa berubah jadi pembohong. Dan.. di masa depan, bisa aja berubah lagi jadi orang yang jujur.

Aku ngga pernah tau bagaimana orang akan berubah seiring berjalannya waktu. Dan karena hal itu, aku pikir, kurang bijaksana kalau kita melabel orang lain. Dengan melabel orang lain, kita menghilangkan kepercayaan bahwa manusia bisa berkembang dan belajar. Kita lupa dengan personal growth.

Look at the sky today, it's pretty right?

Kulineran : Born Ga Express

Aku adalah pencinta serial drama Korea tapi bukan penggemar kuliner Korea. Selama ini, aku hanya suka sama jajanan Korea seperti teoppokki atau odeng. Nah, beberapa hari yang lalu, pas lagi ke Lotte Shopping Avenue buat nemenin kakak aku beli celana (celana dia kekecilan semua, haha), kami sempat mampir ke area Food Avenue buat makan malam. Setelah muter-muter, tadinya udah mau menyerah karena semuanya penuh, tapi ternyata, nemu restoran lucu di pojokan bernama Born Ga Express yang masih ada tempat duduk di dalamnya.

Sebelum masuk, kami lihat-lihat menu yang dipajang di luar restoran, ternyata, ini restoran Korea. Tadinya, kami ragu-ragu.. karena kimchi aja kami ngga terlalu suka. Dari beberapa restoran Korea yang pernah kami cobain di Lotte, yang kami suka hanya School Food, itupun karena teoppokkinya.. bukan karena makanan besarnya. Mau makan di restoran Korea yang mahal atau ekonomis, biasanya kami tetap ngga puas. Lebih milih nasi padang (lidah Indonesia banget).

Walau ragu-ragu, tapi kami suka sama restorannya yang terang. Lalu di dindingnya juga ada foto chef terkenal Korea yang pernah aku lihat di variety show. Terlebih, di sana juga ada tulisan kalau makanan yang dijual adalah casual dining yang rasanya persis seperti di Korea. Jadi penasaran deh, siapa tau rasanya lebih enak dari restoran yang lain.

Suasana restorannya. Buat pesan makanan, perlu antri di depan pintu masuk sambil bawa baki (mirip-mirip di Cooking Panda, Hokben, dan Marugame) dan langsung pilih makanan yang ada di displaynya..

Saturday, 4 February 2017

Kulineran : Cheapest Fish and Chips di Fish Streat Tebet

Beberapa hari yang lalu, aku sempat liat temanku post foto fish and chips di Instagramnya. Pas lihat foto itu, awalnya aku mikir.. kenapa bentuk fish and chipsnya mirip sama F*sh and C*. tapi kok piringnya beda ya? Setelah bertanya-tanya, akhirnya aku tanya deh ke temanku itu dia makan di mana.. ternyata, dia makan di Fish Streat. Kebetulan, restoran ini udah sering banget aku dengar karena banyak teman-teman yang merekomendasikan untuk cobain makan fish and chips murah di sana. Sayangnya, dulu aku selalu berhalangan kalau mau ke sana, karena tempatnya jauuh, di Bintaro dan Pondok Indah. Untungnyaa.. baru-baru ini ternyata Fish Streat udah buka cabang di daerah Tebet, jadi ngga jauh dari Apartemenku. Yeeay, karena penasaran, akhirnya, aku memutuskan untuk langsung datang dan cobain sendiri rasa makanan di sana.

Aku datang di hari Rabu jam 11 siang sama adikku, kebetulan di hari itu kerjaanku hanya tinggal kerjaan yang bisa dikerjain di rumah aja, jadi aku bisa datang sebelum lunch time. Lokasinya ada di seberang bakmi Berdikari, lihat aja rumah putih yang ada logo Fish Streat dan banyak kanopi warna oranye di depan rumahnya. Karena aku datang pas weekdays sebelum lunch time, jadi lokasinya masih sepii banget. Hanya ada satu pengunjung lain dan beberapa bapak gojek. 
Lokasi di seberang Bakmi Berdikari, rumah putih berpagar oranye.

Tuesday, 31 January 2017

Kulineran : Bakmi 8 Kursin Jatiwaringin

Beberapa hari ini aku lagi kepingin banget makan mie yamin, kebetulan, kemarin aku berkunjung ke daerah rumah temanku, namanya daerah Jatiwaringin. Nah, dulu, waktu masih tinggal di daerah sana, aku sempat liat ada restoran mie ayam yang selalu ramai di dekat As-Syafi'iah. Aku pikir, itu ramai karena dekat Univeritas. Ternyata, tempat makan itu cukup terkenal buat penikmat masakan pedas. Aku juga baru tahu setelah sekarang udah ngga tinggal di daerah sana lagi, hehehehe. Telat ya.

Bakmi 8 Kursin ini memiliki 2 outlet, yang letaknya seberang-seberangan. Untuk outlet pertama, dikasih nama Part 1 dan outlet yang baru namanya Part 2. Kemarin, aku memilih makan di outlet kedua karena ruangannya lebih luas. Selain itu, outlet kedua juga ada ruangan berAC, jadi bisa terpisah dari area makan perokok. Walau begitu, tempat parkir mobil di kedua outlet terbilang sempit. Kira-kira hanya muat 2 mobil saja, tapi bisa juga parkir di pinggiran jalan.

Meet my friend :D

Wednesday, 25 January 2017

Jalan-Jalan : Bogor dalam Satu Hari

Seperti yang aku ceritakan sebelumnya, beberapa waktu yang lalu, aku sempat tamasya ke Bogor dengan keluargaku. Selama di Bogor, kami sempat mampir ke beberapa tempat wisata yang cukup menarik dan ekonomis. Pengalaman jalan-jalan kemarin terbilang cukup menyenangkan, khususnya karena kami ke Bogor di saat weekdays, jadi ngga terlalu ramai. 

Sampai di Bogor, kami belum bisa langsung check in karena masih terlalu pagi, kira-kira sekitar jam 10 pagi. Jadi, kami memutuskan untuk mampir sejenak ke SKI Tajur. Sepertinya udah lama banget aku ngga main-main ke SKI Tajur. Dulu waktu masih kecil, sempat ada masa-masa dimana keluarga besarku sering jalan-jalan ke Bogor dan mampir ke sana. Pernah juga ada masa-masa dimana ibuku kalau jalan-jalan ke Bogor sama teman arisannya, pasti mampir ke sana. Seingatku, dulu tempat ini cukup trendi. Hehe. Walau begitu, kenangan tentang tempat ini ngga begitu fun karena seingatku di sana hanya ada toko tas aja, buat anak-anak dan remaja mungkin kurang menarik. Tapi, pas kemarin ke sana lagi, ternyata tempatnya udah banyak perubahan (namanya juga udah 15 tahun berlalu). Sekarang di SKI Tajur ini jadi banyak permainan. Selain toko tas, ada juga toko-toko yang menjual oleh-oleh khas Bogor, toko handicraft, dan toko sepatu. Ini beberapa foto tempat bermain dan aktivitasnya:

Playground area, gratis.